Media Wales Sebut Nathan Tjoe-A-On Terlalu Mahal

0
Media Wales Sebut Nathan Tjoe-A-On Terlalu Mahal Dibeli Swansea City

Media Wales Sebut Nathan Tjoe-A-On Terlalu Mahal Dibeli Swansea City

Media Wales Sebut Nathan Tjoe-A-On Terlalu Mahal Dibeli Swansea City – Nathan Tjoe-A-On, gelandang muda berbakat asal Indonesia, mendapat tantangan besar setelah bergabung dengan Swansea City, klub Liga LGOSUPER Inggris, dengan mahar 300 ribu pounds atau sekitar Rp6,2 miliar dari klubnya sebelumnya, Excelsior, di Belanda. 

 

Meski menunjukkan penampilan cemerlang bersama timnas Indonesia, baik di level U-23 maupun senior, di bawah arahan pelatih Shin Tae-yong, terutama dalam turnamen Piala Asia U-23 2024 dan Kualifikasi Piala Dunia 2026, Nathan harus segera meninggalkan performa apiknya itu demi berfokus pada persaingan ketat di Liga Inggris pada musim mendatang.

 

Sebelumnya, Nathan berperan sebagai bek kiri di klub, namun di timnas Indonesia, ia menjelma menjadi gelandang jenius yang menghuni lini tengah skuad Garuda. 

 

Sayangnya, performa gemilangnya bersama timnas tidak sejalan dengan pengalamannya di level klub musim lalu. 

 

Setelah didatangkan Swansea City dengan harga yang cukup mahal, Nathan kesulitan mendapatkan menit bermain sepanjang paruh pertama musim. 

 

Bahkan, ketika dipinjamkan ke SC Heerenveen di Eredivisie Belanda, situasinya tidak jauh berbeda, dengan hanya mengoleksi 15 menit bermain dalam empat pertandingan.

 

Kini, Nathan diharapkan dapat membuktikan kemampuannya yang sesungguhnya dan menjadi pemain kunci bagi Swansea City di musim baru Liga Inggris nanti. 

 

Tantangan besar menanti gelandang berusia 22 tahun ini untuk menunjukkan konsistensi permainan dan menghilangkan stigma musim buruk di level klub pada musim sebelumnya.

 

Oleh karena itu, media setempat Wales Online mencantumkan Nathan dalam daftar pemain yang perlu membuktikan kemampuannya pada musim depan.

 

“Ketika seorang pemain Indonesia didatangkan dengan biaya sebesar 300 ribu pounds, banyak yang berharap dia akan menjadi solusi bagi krisis bek kiri,” tulis Wales Online dalam laporannya.

 

Namun, kenyataan yang terjadi tidak sesuai harapan. Nathan ternyata kesulitan menyesuaikan diri dengan kecepatan dan tingkat persaingan di Championship. 

 

Persaingan di posisi bek kiri di Swansea City memang cukup ketat, dengan keberadaan mantan pemain Premier League yang memiliki pengalaman lebih.

 

Josh Tymon, misalnya, pernah merasakan kompetisi di kasta tertinggi sepak bola Inggris bersama Stoke City. 

 

Begitu pula dengan Kyle Naughton yang pernah bermain untuk Tottenham Hotspur. 

 

Dengan demikian, Nathan bisa dibilang menjadi bek kiri pilihan ketiga, bahkan keempat jika memperhitungkan kehadiran Josh Key.

 

Wales Online menegaskan bahwa jika Nathan ingin memiliki masa depan bersama Swansea City, dia harus menunjukkan kemampuan yang lebih baik lagi. 

 

Pelatih Luke Williams mungkin bisa mencoba meniru strategi yang dilakukan oleh Shin Tae-yong dengan mengubah posisi Nathan menjadi gelandang.

 

Di tim nasional Indonesia, Nathan mampu menggeser Ivar Jenner ke bangku cadangan untuk mengambil alih posisi gelandang. 

 

Hal ini menunjukkan bahwa dengan perubahan posisi, mungkin saja Nathan dapat memberikan kontribusi yang lebih besar dan memperkuat peluangnya untuk bermain reguler di Swansea City.

 

Dari posisinya, Nathan mampu melepaskan umpan vertikal yang akurat kepada Thom Haye, yang kemudian berhasil mencetak gol pertama ke gawang Filipina. 

 

Keberhasilannya tidak berhenti di situ. Nathan juga memberikan assist kedua melalui tendangan bebas yang dieksekusinya dengan sempurna, yang kemudian dimanfaatkan oleh Rizky Ridho untuk mencetak gol kedua.

 

Persaingan untuk posisi bek kiri di Swansea City sangat ketat, dengan urutan hierarki yang jelas. 

 

Di posisi teratas ada Josh Tymon, yang memiliki pengalaman bermain di Premier League bersama Stoke City. Di belakangnya ada Kyle Naughton, yang juga pernah merasakan kompetisi tertinggi di Inggris bersama Tottenham Hotspur. 

 

Selanjutnya, Josh Key menjadi pilihan berikutnya, menambah ketatnya persaingan untuk posisi tersebut. Nathan Tjoe-A-On saat ini berada di urutan keempat dalam hierarki ini.

 

Dengan demikian, Nathan harus bekerja keras untuk membuktikan kemampuannya dan menembus dominasi para pemain LGOSUPER yang lebih berpengalaman di atasnya. 

 

Pelatih Luke Williams mungkin bisa mempertimbangkan strategi yang pernah diterapkan oleh Shin Tae-yong, yakni mengubah posisi Nathan menjadi gelandang.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *