Kritik dari Legenda Real Madrid dan Barcelona

0
Kritik dari Legenda Real Madrid dan Barcelona Terhadap Program Naturalisasi

Kritik dari Legenda Real Madrid dan Barcelona Terhadap Program Naturalisasi

Kritik dari Legenda Real Madrid dan Barcelona Terhadap Program Naturalisasi – Legenda Real Madrid, Luis Figo, mempertanyakan keberadaan program naturalisasi yang sedang dijalankan oleh Timnas Indonesia di bawah asuhan pelatih UGDEWA Shin Tae-yong. Figo dengan tegas menyatakan ketidaksetujuannya terhadap program tersebut.

Menurut Luis Figo

Menurut Figo, adalah tidak tepat jika seorang pemain memutuskan untuk berganti kewarganegaraan dan memilih untuk tidak mewakili negara asalnya, terutama jika pemain tersebut memiliki bakat dan kualitas yang mumpuni.

“Figo merasa bahwa hal ini tidak akan diterima dengan baik oleh masyarakat Spanyol. Baginya, konsep seseorang tiba-tiba berubah kewarganegaraan dan memperkuat tim nasional lain dapat merusak semangat tim dan merupakan hal yang tidak dapat diterima,” ungkapnya seperti dilansir oleh laman BBC.

Lebih lanjut, Figo menyatakan bahwa menurutnya, sebagai seorang atlet, seharusnya loyalitas untuk mewakili negara kelahiran menjadi prioritas utama. “Jika seseorang dilahirkan di China, maka seharusnya dia bermain untuk China. Meskipun saya tidak bermaksud mengkritik mereka yang memilih untuk berpindah kewarganegaraan, namun hal tersebut dinilai tidak etis dalam pandangannya,” tambahnya.

Pencarian Keuntungan Pribadi

Figo juga menyoroti bahwa tindakan tersebut dapat dianggap sebagai pencarian keuntungan pribadi. “Bagi saya, hal ini terlihat seperti upaya mencari keuntungan pribadi. Ini adalah pandangan saya dan saya tidak akan mengubahnya bahkan jika pemain seperti Deco berada di tim yang saya dukung,” tegasnya.

Meskipun demikian, dampak dari program naturalisasi yang diterapkan oleh PSSI telah membawa dampak positif bagi Timnas Indonesia. Terbukti dengan kemajuan signifikan yang ditunjukkan oleh timnas di bawah arahan pelatih Shin Tae-yong.

Sejarah Baru Timnas Indonesia

Dengan kehadiran sejumlah pemain yang mendapatkan kewarganegaraan baru, Timnas Indonesia berhasil mencatat sejarah baru. Salah satunya adalah pencapaian mereka dalam mencapai babak 16 besar Piala Asia 2023.

Tidak hanya di level senior, namun program naturalisasi juga memberikan dampak yang signifikan bagi timnas Indonesia di berbagai kategori usia. Baru-baru ini, Rafael Struick dan rekan-rekannya berhasil menciptakan kejutan dengan mencapai babak semifinal Piala Asia 2024, bahkan hampir berhasil mendapatkan tiket untuk berkompetisi di Olimpiade Paris 2024.

Kontroversi Naturalisasi

Program naturalisasi dalam sepak bola merujuk pada proses dimana seorang pemain yang memiliki kewarganegaraan dari satu negara menjadi memenuhi syarat untuk mewakili negara lain secara internasional. Hal ini biasanya terjadi ketika pemain tersebut memiliki hubungan keluarga atau tinggal di negara lain untuk jangka waktu tertentu. Tujuan utama dari program naturalisasi ini adalah untuk memperkuat tim nasional dengan memasukkan pemain berkualitas yang mungkin tidak memiliki kesempatan mewakili negara asalnya.

Meskipun kontroversial, naturalisasi pemain dapat memberikan keuntungan bagi tim nasional yang bersangkutan dengan menambah kualitas dan kedalaman skuat. Contohnya adalah kasus Diego Costa yang naturalisasi untuk bermain bersama Spanyol, atau Thiago Motta yang memilih mewakili Italia setelah memiliki kewarganegaraan ganda Brasil dan Italia.

Namun, banyak juga yang mengkritik praktik naturalisasi ini. Beberapa menganggap bahwa hal ini mengurangi makna dari perwakilan nasional, sementara yang lain berpendapat bahwa ini adalah langkah yang adil untuk pemain yang telah menghabiskan sebagian besar karir mereka di negara yang mereka naturalisasi. 

Selain itu, terdapat juga kekhawatiran bahwa naturalisasi dapat menjadi instrumen politik untuk kepentingan sepak bola UGDEWA semata, bukan kepentingan olahraga atau kualitas permainan. Dengan demikian, sementara program naturalisasi dapat memberikan keuntungan dalam hal prestasi olahraga, itu juga memunculkan pertanyaan etis dan moral yang perlu dipertimbangkan secara serius.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *